Di sore yang bersamaan dengan hari sidangnya Yudhis, gw beserta teman-teman gw si El, Buluk, dan Jimong berangkat ke Jogja. Awalnya gw pingin naik kereta api, tapi si El emang pandai membujuk dan menghasut. Bisa juga krn gw bukan orng yg sulit untuk dibujuk, rayu, goda, atau di kelitik (loh?).Hehehe.Untuk keluar dari Jkt, kita lewat Kalimalang, nembus-nembus Karawang (dimana kita sempet muter-muter 2 kali karena nyasar. Baru sampe Karawang udah nyasar.) trus tiba-tiba nyampe di Cikampek dan Pantura. Klo kata anak-anak muda jaman sekarang, "GOKIL!" deh soalnya kita bermodalkan niat dan semangat serta uang seadanya. Jalan pun tanpa mengenal arah dan gak bawa peta. Cukup mengandalkan sign sistem. Kondisi motor si El pun sangat prima! Peleg ban dan stang yg bengkok, rem yang bunyinya keras namun untuk memberhentikan laju motor pun sulit, mur yang kurang di sana sini, dan segala ke-prima-an lainnya menambah ketegangan keceriaan perjalanan. Motor si Buluk pun sempet kehabisan bensin dalam perjalanan. Perjalanan yang cukup panjang....
Untung di Jogja sedang ada Pasar Malam di Alun-alun. El pun kalap belanja pakaian aul-aul (baju-baju murah yg ditumpuk-tumpuk seperti di Pasar Senen dsb) lalu meneguk lapen dan ciu bersama di malam hari sebelum tidur.Jogja mempertemukan gw dengan teman-teman dari Bali dan memperkenalkan gw dengan teman-teman baru. Diantara mereka adalah trio cewek ISI Denpasar "the kuacis" yang beranggotakan Chemy, Anggun, dan Lya.
Secara menyeluruh, gw puas di Jogja, menikmati jalan kaki bersama Chemy dari Malioboro sampai Kedai Kebun, bersepeda tengah malam hingga nyasar dengan si Aji, makan gudeg yang kemahalan karena lupa nanya, kamera dijatohin si Dika dan Anggun, hingga menikmati
pemandangan alam dan gedung tua Jogja-style serta El dan Jimong yang sudah lupa daratan.
Maaf ceritanya gak merinci. Sudah sebulan yang lalu juga kejadiannya.Hehehe.
Gak sabar nunggu perjalanan berikutnya.
kalau mau lihat foto-fotonya, pencet di sini.
* * * * * * * *
title : Jogja-Solo-Motorcycle (February 26th 2009)
The same afternoon as Yudhis's Final Assignment hearing, I departed to Jogja along with my friends El, Buluk, and Jimong. Initially, I planned to go by train, but El was smart at seducing and provoking.Besides, I am not the hardest person to persuade, seduce, hit on, or tickle (?).Hehehe. To exit Jakarta, we passed Kalimalang, which led us to Karawang (where we got lost and circled the town twice) and all of a sudden reached Cikampek and Pantura. As today's adolescents would say it's "GOKIL" (AWESOME) since the only assets we had was a motive and spirits along with the money in our pockets.We didn't even know the route and we were map-less. We relied on the road signs 100%. The condition of El's motorcycle was also in "prime" shape! Dented rims and handle bar, a loud breaking mechanism that hardly slowed down the bike, missing bolts and nuts here and there, and the rest of its "prime-ness" that contributed to tension joy of the trip. Buluk's bike also went out of gas on the road. What a looooong road....
Luckly there was a carnival at Alun-alun. El lost him-self shopping for cheap clothes and then we enjoyed a few glass of lapen and ciu (jogja's alcoholic beverage) at night before we went to sleep. Jogja brought me to friends from Bali dan introduced me to new people. Amongst them are three girls we call "the kuacis" which consists of Chemy, Anggun, and Lya.
Overall, Jogja was satisfying, enjoyed walking with Chemy from Malioboro to Kedai Kebun, midnight bicycle ride with Aji that led us being lost, ate an expensive gudeg because we forgot to ask the price, my camera being dropped by Dika and Anggun, up to enjoying the sceneries and sights of nature, old Jogja-style architecture, also El and Jimong drunk-off-their-ass.
Sorry I left out the details. The trip was about a month ago anyways.Hehehe.
Can't wait for the next trip.
If you want to view the pictures, click here.




0 komentar:
Posting Komentar