YES! It's bi-lingual!

As cultures interact, shifts may occur within its body. Trying to point out the importance of unnecessary language mixes, the articles will be presented in Bahasa Indonesia and English for your reading convenience.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 22 November 2009

Sampai Juga di Dalam Gelora Bung Karno

23 tahun. Itu berapa lamanya untuk gw akhirnya sampai di dalam Gelora Bung Karno. Duduk diantara pendukung timnas Indonesia lainnya, menyaksikan pertandingan sepak bola (hari itu) Indonesia melawan Kuwait, mendengarkan getaran setiap sorakan untuk menyemangatkan timnas, dan segala hujatan pada tim Kuwait. Melihat merah dan putih bertebaran dimana-mana, mengisi bangku-bangku gelora dan mengubahnya menjadi bendera pusaka yang mengitari stadion.

Nih buktinya




Dan pada akhirnya gw bisa berkata (kalau ada yang nanya) : "Indonesia melawan Kuwait? Iya, gw ada disana, di dalam Gelora Bung Karno maksudnya." YES!! hehe. Walaupun mungkin pertandingan tersebut bukan sebuah pertandingan besar yang akan tercatat dalam sejarah, tetap saja menjadi sebuah kebanggaan tersendiri.

Oh iya, hari itu Indonesia seri dengan Kuwait.

Hal lucu tentang kehidupan : walaupun sudah tinggal bertahun-tahun di sebuah kota atau daerah, tetap saja ada daerah atau gedung atau sesuatu yang belum kita lewati hingga kini. Sebagian orang akan berkata "kalau gak ada perlu kesana, kapan bakal kesananya? lagi pula, ngapain kalau gk perlu."

hmm...suatu hal yang perlu dpikirkan.

* * * * * * *

title : Inside Gelora Bung Karno At Last

23 years. That's how long it took me to finally be inside Gelora Bung Karno. There I was, sitting amongst the supporters of Indonesia's national team, watching the soccer match between Indonesia and Kuwait, listening to every vibration of cheers and enthusiasm towards our team and blasphemy towards the Kuwait team. Everywhere I see red and white all around Gelora Bung Karno. Before, they were empty seats now has become a flag encircling the stadium.

I can finally say (if someone ever asks me) : "Indonesia versus Kuwait? Yeah, I was there, I mean I watched it inside Gelora Bung Karno." Even though it wasn't a historically fascinating match, it was great pride at its own level. hehe.

By the way, the game ended 1-1.

A funny thing about life : you might've lived in a city or some place else for many years, but there are still streets, places, or things you haven't come across yet. Some people might respon to this "if there's no need to go there, when will we have the chance? Besides, why should we go anywhere if there's no reason to go?"

something to think about

Minggu, 15 November 2009

Seorang yang Jujur

Semua sudah tau mungkin kesemrawutan konflik antara KPK (komisi pemberantasan korupsi) dengan Kepolisian RI. Menyedihkan emang, satu saudara yang hendaknya mendirikan kebenaran, keadilan yang sesuai dengan hukum saling menjatuhkan didepan publik.

Karena itu, gw jadi terdorong untuk kembali mempelajari sejarah dan menemukan nama Hoegeng Imam Santoso. Silahkan di Google sendiri atau pelajari di perpustakaan terdekat.

Jangan biarkan ia menjadi sekedar nama. Semoga menjadi bahan pembahasan yang menarik nantinya.


* * * * * * *

title : Someone Truthfull

Perhaps everyone has already known the ongoing complex feud between KPK (corruption elimination commission) and Indonesia's National Police. It's a sad reality to see fellow countrymen whose same purpose was to erect truth and justice by law, publicly bash each other.

Because of it, I looked back to learn history and caught up with the name Hoegeng Imam Santoso. You can Google him yourself or look him up at you local library.

Don't let it only be a name. Hopefully it will become an interesting topic to discuss.

Jumat, 13 November 2009

yang dapat saya pelajari Jumat ini

Kalau hari Jumat di Jakarta, hujan pula, lebih baik bekerja di rumah saja atau beraktifitas dalam radius 1 km dari tempat kita bersinggah. Coba, dengarkan baik-baik deh saran gw, demi kebaikan dan kesehatan diri agar bisa umur panjang.

Bagi yang belum tau, Jakarta -kan terkenal buat tingkat kemacetannya yang tinggi. Alesannya antara lain sempit dan buruknya kondisi ruas jalan raya, jumlah kendaraan kebanyakaan, angkutan umum yang kurang, dan alasan-alasan lainnya yang terlalu banyak buat disebutin satu-satu. Kalau 'gak banyak, bukan alasan namanya.

Info tentang kendaraan dan solusinya di Jakarta :
situs kepolisian RI
kontan online
MRT
sisanya silahkan di-Google aja.

Nah.. Jumat 'tuh puncak kemacetannya karena rasanya(mungkin) pingin segera memulai akhir pekannya. Dan orang-orang keluar diwaktu yang bersamaan maka terjadilah antrian yang indah, menghiasi ruas jalan dalam kota, yang tampak seperti jejeran lampu pada landasan pesawat di bandara. Dan yang biasanya jam macet diantara 16:00 - 21:00, di hari Jumat dapat penambahan waktu hingga 22:00.

Kondisi udah seperti itu, yang bikin kesabaran berada di ujung pantat, tambah lagi si faktor X yang kita nama-kan hujan. Banjir, genangan air, dan pengemudi motor yang berteduh tanpa memikirkan di mana memarkirkan motornya sudah menjadi pemandangan biasa. Kalau dulu "sedia payung sebelum hujan" mungkin sekarang lebih cocok "sedia waktu sebelum hujan".

Sebagai seorang anggota masyarakat, kepada Bapak Gubernur DKI dan teman-teman pejabat lainnya yang berperan dalam pengambilan keputusan, gw mau menyampaikan kalau masyarakat sebenarnya 'gak butuh peninjauan lapangan atau simpati saat bencana menimpa, yang akan lebih bermanfaat adalah solusi konkret yang berjangka panjang dan untuk mayoritas masyarakat, bukan kompensasi atau ganti rugi. Itu sama saja pilih kasih dan bisa menimbulkan kecemburuan antar masyarakat. Emang sih, itu jalan keluar termudah.
Tapi saya yakin, Anda-anda sudah tau solusi apa yang mesti dilakukan untuk menanggulangi masalah-masalah yang ada. Jumlah kaum intelek dan berpendidikan tinggi bangsa ini juga mencukupi kok, dan pasti diantaranya punya ide-ide, gagasan dan proyek-proyek yang efektif dan berada pada jenjang visionary. Sekarang kembali pada kebijakan Anda untuk mengambil keputusan dan prioritas.

Fiuh...cukup sudah ngedumelnya. Sekarang, nikmati info-info berikut untuk mengawali minggu kalian, siapa tau bisa jadi inspirasi. Selamat kembali beraktifitas.

eyewriter.org
Proyek EyeWriter adalah sebuah penelitian kolaborasi yang sedang berlangsung dengan tujuan memberikan kemampuan menggunakan teknologi kreatif kepada orang-orang yang menderita ALS (amyotrophic lateral sclerosis). Ini merupakan peralatan piranti lunak rendah biaya yang mengikuti gerak mata sehingga memungkinkan para seniman graffiti yang menderita kelumpuhan akibat dari ALS, untuk menggambar hanya dengan menggunakan mata mereka.

The Eyewriter from Evan Roth on Vimeo.



KickAss Movie Trailer
Sebuah film laga komedi karya Matthew Vaughn tentang seorang murid SMA Dave Lizewski yang merupakan penggemar buku komik dan tinggal bersama ayahnya. Kehidupannya tidak terlalu sulit dan cobaan pribadinya tidak terlalu berlimpah. Namun demikian, suatu hari dia dengan mudah mengambil keputusan untuk menjadi seorang superhero walaupun ia tidak memiliki kekuatan atau latihan apa pun.


* * * * * * *

title : what I learned this Friday

If it's a Friday in Jakarta, and it's also raining, you're better-off working from home or limit your activities within a 1 km radius from where we'll reside at the end of the day.
Try to listen well to my suggestion, it's for your own benefit and health so you may live a long age.

For those of you who don't know yet, Jakarta is famous for its traffic. Amongst the reasons are the narrow and poor condition roads, large volume of vehicle, minimum amount of public transportation, and numerous amount of other reasons that I can't describe individually. Besides, it wouldn't be called reason if there weren't so many.

For more information about traffic problems and proposed solutions in Jakarta :
situs kepolisian RI
kontan online
MRT
you can Google the rest.

Friday is Jakarta's peak for traffic jams (probably) because people are anxious to kick-start their weekend. They simultaneously end the day and thus creates a beautiful line, decorating the city streets that now looks more like a series of runway lights at the airport. Usually traffic jams happen around 4-9 p.m., but on a Friday you get an extention 'till 10.

Conditions like these puts your patience at the edge of your ass, and then add in the X factor we call rain. Floods, puddles, and motorcyclists who take shelter without any consideration of where they park their bikes is a usual sight. We use to say "sedia payung sebelum hujan" (bring an umbrella before it rains) but now, perhaps its more appropriate to say "sedia waktu sebelum hujan" (bring some time before it rains).

As a member of society, I would like to say to DKI's Governor and his functionary friends-who has the capabilities to make decisions, the people doesn't need field observations or sympathy after a disaster; a concrete, long-term solution that benefits the majority of the people is better than cash compensation. The amount of money given might create jealousy amongst each other, even though it's the easiest and fastest decision.

However, I'm sure that you've already known the soltions. The number of intelects and highly educated individuals in this country are more than enough, and most definitely some have ideas and projects that are effective and considered visionary. But it all comes back to your policies to make the decision and priorities.

Ok, enough complaining. Now, enjoy these info to start your week, perhaps they might be inspirational. Have a great time.

eyewriter.org
The EyeWriter project is an ongoing collaborative research effort to empower people, who are suffering from ALS, with creative technologies. It is a low-cost eye-tracking apparatus & custom software that allows graffiti writers and artists with paralysis resulting from Amyotrophic lateral sclerosis to draw using only their eyes. (preview above)

KickAss Movie Trailer
An action-comedy movie by Matthew Vaughn. Dave Lizewski is an unnoticed high school student and comic book fan with a few friends and who lives alone with his father. His life is not very difficult and his personal trials not that overwhelming. However, one day he makes the simple decision to become a super-hero even though he has no powers or training. (preview above)

Sabtu, 07 November 2009

Bercerita tentang hidup (makna, alur, spiritualitas, cinta, karir, dll) emang selalu menjadi sebuah pembahasan yang menarik. Gw termasuk tipe orang yang bisa setiap saat membahas berbagai aspek hidup dan menciptakan atau mengembangkan teori-teori yang ada. Roda-waktu kita yang disebut siklus bisa jadi sebuah topik yang 'gak bosan-bosannya gw bahas. Mengagumi perputaran roda orang-orang disekitar gw yang melaju dengan kecepatannya masing-masing, menuju satu pemberhentian terakhir yang sama, namun pada jalur yang berbeda dengan jumlah tikungan dan jarak tempuhnya masing-masing yang (mungkin) sudah ditentukan olehNya.

Garis besar alur hidup sederhana. Lahir, jalan, berbicara, sekolah (TK, SD, SMP, SMA, kuliah, S2, S3, dst) kerja, menikah, punya anak, kerja, pensiun, leha-leha, meninggal. Standarnya, mungkin begitu lah jalannya hidup mayoritas manusia. Hidup adalah sebuah buku cerita yang terstruktur dan terumuskan, walaupun demikian, disini 1+1 tidak selalu = 0. Tapi kadang ada juga diantara kita yang cukup beruntung dapat menyelipkan jalan-jalan ke Eropa, pensiun dini, belajar di Amerika, bekerja di Jepang, atau mungkin ada yang menikah, kerja, punya anak, menikah lagi, punya anak lagi - didalam alurnya. Kualitas didalamnya kembali lagi pada usaha dan (juga) keberuntungan (aka rezeki) masing-masing.

Hidup itu = pembuka, isi, penutup atau hidup = opening title, climax, ending atau hidup = Starwars 1,2,3,4,5,6. Durasinya berbeda-berbeda. Bersyukur kita dapat berjumpa dengan usia tua. Bisa juga terhenti sebelum kita bertemu titik tengahnya. Ada juga yang berakhir sebelum dimulai. Itu sebuah rahasia yang tak akan pernah terbongkar. Pertanyaannya adalah :
"akankah kita siap apabila waktu kita cukup sampai disini? apakah saat itu datang, tugas dan tujuan hidup kita telah terpenuhi?" atau "lebih baik kah sebuah perjalanan hidup yang lebih panjang? apakah itu rezeki atau sebuah azhab? usia tua = kehidupan yang komplit?"

Seorang teman gw meninggal dunia (Sabtu, 7 Nopember 2009) pada usia 23 tahun. Usia yang dikatakan cukup muda karena mayoritas diantara kita baru saja 'memulai kehidupan nyata' dan menggapai tujuan hidup masing-masing. Sebuah usia yang penuh semangat dan angan-angan serta keegoisan dan euphoria. Sebuah kecelakaan saat berkendaraan merengut sebuah kemungkinan masa depan yang bisa ia miliki; karir, pernikahan, bahkan anak yang dapat ia lahirkan. Benar-benar berita duka yang mengingatkan gw untuk lebih berhati-hati dan bersiap diri untuk segala kemungkinan. Dan walaupun demikian, gw merasa berarti ia sudah menyelesaikan tujuan hidupnya seberapa pun singkatnya. Apa tujuan ia dihidupkan di dunia kita dan dirinya mungkin 'gak akan tau.

Berbeda dengan nenek gw yang (alhamdulillah) hingga kini dapat menyusun cerita sepanjang 70 tahun lebih. Lahir dan menikmati masa muda dalam kondisi perang, menikmati kehidupan di Eropa bersama alm. kakek gw, menjumpai berbagai jenis orang dari yang menguntungkan sampai para parasit, hingga mengejar dan mengembangkan bakat seninya. Tapi kini usia tua telah menghampirinya, dan apakah kini ia menikmati kehidupannya dan jerih payahnya dulu? Yang ada ia seringkali di tipu orang karena daya ingatnya yang sudah tak setajam 10 tahun lalu, ia sudah tidak bisa melukis karena tangannya tak berhenti bergetar, mengkonsumsi obat-obatan secara rutin untuk menjaga kesehatannya, bahkan buang air pun sudah sesulit menolehkan kepala 360drajat.

Apakah itu berarti nenek gw belom memenuhi tujuan hidupnya?

Semoga tidak ada yang menganggap gw kurang ajar dengan kata-kata gw disini. Mungkin tidak terdengar intelek, mungkin tidak terdengar seperti apa-apa.

Mungkin gw pingin mengatakan jangan takut pada hidup, jangan takut pula pada kematian, karena kita pasti akan tiba disana pada saatnya. Kita ini berada di dalam ruang tunggu bandara multi dimensi, yang jadwal keberangkatannya telah ditentukan. Hidup pendek maupun panjang, semua memiliki makna dan tujuan, mungkin bukan buat diri sendiri tapi juga untuk orang lain.

Selamat jalan untuk temen gw.
Semoga panjang umur dengan kehidupan yang bermakna dan berperan bagi kita semua.