Bercerita tentang hidup (makna, alur, spiritualitas, cinta, karir, dll) emang selalu menjadi sebuah pembahasan yang menarik. Gw termasuk tipe orang yang bisa setiap saat membahas berbagai aspek hidup dan menciptakan atau mengembangkan teori-teori yang ada. Roda-waktu kita yang disebut siklus bisa jadi sebuah topik yang 'gak bosan-bosannya gw bahas. Mengagumi perputaran roda orang-orang disekitar gw yang melaju dengan kecepatannya masing-masing, menuju satu pemberhentian terakhir yang sama, namun pada jalur yang berbeda dengan jumlah tikungan dan jarak tempuhnya masing-masing yang (mungkin) sudah ditentukan olehNya.
Garis besar alur hidup sederhana. Lahir, jalan, berbicara, sekolah (TK, SD, SMP, SMA, kuliah, S2, S3, dst) kerja, menikah, punya anak, kerja, pensiun, leha-leha, meninggal. Standarnya, mungkin begitu lah jalannya hidup mayoritas manusia. Hidup adalah sebuah buku cerita yang terstruktur dan terumuskan, walaupun demikian, disini 1+1 tidak selalu = 0. Tapi kadang ada juga diantara kita yang cukup beruntung dapat menyelipkan jalan-jalan ke Eropa, pensiun dini, belajar di Amerika, bekerja di Jepang, atau mungkin ada yang menikah, kerja, punya anak, menikah lagi, punya anak lagi - didalam alurnya. Kualitas didalamnya kembali lagi pada usaha dan (juga) keberuntungan (aka rezeki) masing-masing.
Hidup itu = pembuka, isi, penutup atau hidup = opening title, climax, ending atau hidup = Starwars 1,2,3,4,5,6. Durasinya berbeda-berbeda. Bersyukur kita dapat berjumpa dengan usia tua. Bisa juga terhenti sebelum kita bertemu titik tengahnya. Ada juga yang berakhir sebelum dimulai. Itu sebuah rahasia yang tak akan pernah terbongkar. Pertanyaannya adalah :
"akankah kita siap apabila waktu kita cukup sampai disini? apakah saat itu datang, tugas dan tujuan hidup kita telah terpenuhi?" atau "lebih baik kah sebuah perjalanan hidup yang lebih panjang? apakah itu rezeki atau sebuah azhab? usia tua = kehidupan yang komplit?"
Seorang teman gw meninggal dunia (Sabtu, 7 Nopember 2009) pada usia 23 tahun. Usia yang dikatakan cukup muda karena mayoritas diantara kita baru saja 'memulai kehidupan nyata' dan menggapai tujuan hidup masing-masing. Sebuah usia yang penuh semangat dan angan-angan serta keegoisan dan euphoria. Sebuah kecelakaan saat berkendaraan merengut sebuah kemungkinan masa depan yang bisa ia miliki; karir, pernikahan, bahkan anak yang dapat ia lahirkan. Benar-benar berita duka yang mengingatkan gw untuk lebih berhati-hati dan bersiap diri untuk segala kemungkinan. Dan walaupun demikian, gw merasa berarti ia sudah menyelesaikan tujuan hidupnya seberapa pun singkatnya. Apa tujuan ia dihidupkan di dunia kita dan dirinya mungkin 'gak akan tau.
Berbeda dengan nenek gw yang (alhamdulillah) hingga kini dapat menyusun cerita sepanjang 70 tahun lebih. Lahir dan menikmati masa muda dalam kondisi perang, menikmati kehidupan di Eropa bersama alm. kakek gw, menjumpai berbagai jenis orang dari yang menguntungkan sampai para parasit, hingga mengejar dan mengembangkan bakat seninya. Tapi kini usia tua telah menghampirinya, dan apakah kini ia menikmati kehidupannya dan jerih payahnya dulu? Yang ada ia seringkali di tipu orang karena daya ingatnya yang sudah tak setajam 10 tahun lalu, ia sudah tidak bisa melukis karena tangannya tak berhenti bergetar, mengkonsumsi obat-obatan secara rutin untuk menjaga kesehatannya, bahkan buang air pun sudah sesulit menolehkan kepala 360drajat.
Apakah itu berarti nenek gw belom memenuhi tujuan hidupnya?
Semoga tidak ada yang menganggap gw kurang ajar dengan kata-kata gw disini. Mungkin tidak terdengar intelek, mungkin tidak terdengar seperti apa-apa.
Mungkin gw pingin mengatakan jangan takut pada hidup, jangan takut pula pada kematian, karena kita pasti akan tiba disana pada saatnya. Kita ini berada di dalam ruang tunggu bandara multi dimensi, yang jadwal keberangkatannya telah ditentukan. Hidup pendek maupun panjang, semua memiliki makna dan tujuan, mungkin bukan buat diri sendiri tapi juga untuk orang lain.
Selamat jalan untuk temen gw.
Semoga panjang umur dengan kehidupan yang bermakna dan berperan bagi kita semua.