YES! It's bi-lingual!
As cultures interact, shifts may occur within its body. Trying to point out the importance of unnecessary language mixes, the articles will be presented in Bahasa Indonesia and English for your reading convenience.
This is default featured post 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Jumat, 04 September 2009
Childhood habit or Psychological Malfunction?
Sudah 3 minggu gw izin dari kantor karena sakit. Awalnya gw kira hanya demam biasa, ternyata tifes, tapi tifesnya gak sembuh-sembuh, malah merambat jadi gatal-gatal, setelah tes darah, ternyata gw liver (ketawannya juga setelah mata gw terlihat kuning) yang didukung oleh hepatitis A. Entah mengapa, gw merasa akan lebih seru menceritakannya selayaknya sebuah cerpen yang lebai, sambil mengisi waktu pemulihan gw. Kurang lebih seperti ini :
Kekebalan teruji, aku pun gagal. Awalnya skor hanya 1-0, tapi dengan dukungan motifasi dan kepercayaan diri tinggi aku terus menandingi dan perhelatan pun (kini) telah berlangsung selama 20 hari non stop. Posisi kini telah berimbang.
Awalnya takluk dibabak pertama oleh serangan demam-maha-dasyat dan dibuat tak sadar, aku pun berhasil memutar-balikkan keadaan pada hari kedua. Merasa suasana tubuh sudah mereda, aku mengira kemenanganku telah mutlak, menurunkan tembok pertahanan dan menikmati hari seperti biasa. Kelalaianku itu memberikan kesempatan untuk serangan balik. Dan disitulah aku runtuh. Amunisi mereka masih banyak. Ternyata mereka memiliki persekutuan dan strategi invasi. Menyerang lambung dan perutku dengan senjata berbahan kimia, mengiris sel-sel darah ku dengan senjata-senjata berukuran mikro yang pandai menyusup, merasupi kulitku,dan mengepung liverku dan melemahkan fungsinya. Senjata pertahananku sudah tak sanggup untuk melawannya sendiri. Kami kalah banyak.
Mual, kembung, panas, gatal, dan mata kuning adalah hasil pertempuranku. Skor pun sudah tak terhitung. Namun aku mengaku kalah, dan takkan ku anggap remeh lagi sebuah penyakit.







